Konten Pertama, Problem Pertama

Konten Pertama, Problem Pertama

Problem pertama yang gue hadapi ketika membuat blog ialah konten pertama. Konten apa yang harus gue buat ?

Awalnya gue sempat kepikiran mau buat blog dengan konten cinta ala remaja bak OA Line yang sering nongol di linimasa. Gak bisa dipungkuri, konten yang gue sebutin tadi dari segi pemasaran sangat menggiurkan. Tengok saja OA Line bertema cinta ala remaja yang post-nya sering kamu like, berapa kali dalam sehari mereka paid promote ? berapa biaya sekali paid promote ?

Kalau lo gak bisa jawab biar gue aja yang jawab boleh kan ? Setelah beberapa hari melakukan pemantauan, rata-rata OA Line yang sering post cinta-cintaan, dalam seminggu minimal melakukan sekali paid promote. Berapa biayanya ?  ternyata oh ternyata itu tergantung waktunya. Sebuah OA dengan Adders 3.482.722, sebut saja OA “botol minum”, memiliki price list sebagai berikut :
Pagi : 235 Ribu
Siang/Sore : 265 Ribu
Malam : 339 Ribu

Jika dalam sebulan OA “botol minum” dapat empat paid promote atau seminggu sekali dan dimalam hari maka pendapatannya : 339.000 x 4 = 1.356.000. Jika sebulan dapet full paid promote dan dimalam hari maka pendapatannya : 339.000 x 30 = 10.170.000. WOW MANTAP JIWA, penghasilan maksimal selama sebulan yang bisa didapet sama pemilik OA “botol minum” 10 Juta lebih.

Namun gue urungkan niat membuat blog dengan konten seperti itu. Karena gue bukanlah pujangga yang bisa merangkai kata-kata cinta. Gue hanya mahasiswa yang jauh dari rumah. Gue hanya mahasiswa yang sering kena revisi. Gue hanya mahasiswa bukan mahasiswi (apaan sih). Gue hanya mahasiswa yang lebih mengutamakan harga daripada rasa saat membeli makanan. Prinsipnya, “Kalau makanan enak tapi mahal, tinggalkan. Kalau gak enak tapi murah, jangan pikirkan. Kalau enak dan murah, perjuangkan." Jadi, gue lebih memilih mengisi blog ini dengan artikel hasil pemikiran dari penjuru otak gue. Artikelnya beragam, bisa artikel gak jelas kayak konten pertama ini atau bisa juga serius walau serius udah bubar (iya gue tau ini joke kuno). Selain artikel, blog ini bakal gue isi sama tugas-tugas kuliah yang udah bikin sumpek folder laptop gue. Oh iya blog ini juga bakal jadi portofolio untuk tulisan-tulisan gue.

Jajanan Masa Kecil Mulai Langka ? Ini 5 Alasannya


Kalian pasti pernah mencicipi yang namanya mie lidi, rokok yang dalamnya bubuk manis, telor bulet - bulet , kembang gulali yang bisa dibentuk macem - macem, dan rambut nenek. Ya betul 100 buat kamu, itu semua nama jajanan masa kecil yang sekarang ini susah banget buat kita temui. Kamu pernah mikir gak kenapa jajanan itu sekarang jadi langka banget ? Kalo kamu males mikir, kamu tenang aja karena saya bakal ngasih tau kamu 5 alasan kenapa jajanan masa kecil menjadi langka. Yang pertama itu karena...


Abangnya Pensiun



Ini alasan yang paling logis. Yang namanya bekerja pasti ada masa pensiunnya. Tak terkecuali abang tukang jajanan.  Pas kamu masih kecil sih abangya masih muda, tapi seiring umur kamu bertambah, umur abangnya juga bakal ikut bertambah. Emangnya kamu pikir abang tukang jajanan punya ilmu awet muda ? Yah nggak lah. Makanya saat udah tua abang tukang jajanan mutusin buat pensiun jualan dan mengakibatkan mulai langkanya jajanan yang dia jual itu.


Anak Abangnya Lebih Sukses



Tapi kan kalo abangnya pensiun, anaknya bisa lanjutin jualannya. Lahh emangnya kamu pikir anak tukang jajanan harus jadi tukang jajanan juga ? Emang sih ada pepatah yang bilang kalo buah jatoh gak jauh dari pohonya, tapi kan yang gak jauh itu sifatnya bukan pekerjaannya. Bisa aja anak abang tukang jajanan bisa lebih suskes dari abangnya. Nah pas anaknya sukses, abang tukang jajanan berhenti jualan dan akibatnya jajanannya jadi langka deh.


Bahan - Bahannya Mulai Langka



Ahh tapi Haji Sulam biarpun udah sukses dan naik haji tetep jualan bubur kok. Masa abang tukang jajanan gak bisa ?  Iyasih kamu bener, tapi kan itu cuma sinetron dan gak terjadi di dunia nyata. Lagi pula bubur itu kan bahan bahannya mudah didapet beda sama bahan bahan buat bikin jajanan masa kecil kamu yang mulai langka dan sulit dicari bahan bahannya. Bukan cuma bahan buat makanannya aja yang susah dicari tapi bahan bakar buat bikin jajanannya juga langka. Karena rata rata bahan bakar tukang jajanan kamu itu minyak tanah. Kan bisa pake kompor gas ? Yakali itu abang bawa bawa kompor gas di gerobak gendongnya yang kecil itu ?


Gadget Makin Canggih




Lahh apa hubungannya, gadget sama tukang jajanan ?  Tenang dong kamu jangan protes mulu. Penjelasannya begini, karena gadget semakin canggih, maka game dan media sosial juga akan semakin canggih. Orang - orang makin betah berada dirumah dan makin males buat keluar dan hal ini juga yang mengakibatkan....


Anak Kecil Jarang Keluar Rumah



Sekarang ini udah banyak orang tua yang ngasih gadget ke anaknya yang masih kecil, akibatnya anak kecil jadi jarang keluar rumah. Nah karena anak kecil jarang keluar, jadinya abang tukang jajanan gak punya pembeli dan akhirnya abangnya bangkrur dan gak jualan lagi yang mengakibatkan jajanannya jadi langka.


Udah ah segitu aja, kalo kamu mau tambahin boleh banget loh. Kamu bisa nulis di kolom komentar kok.

4 Ciri Yang ( Biasanya ) Ada di Informasi Hoax


Pada artikel sebelumnya gue udah ngebahas tentang 5 langkah jitu dalam mencari kebenaran informasi. Nah kali ini gue akan ngebahas tentang ciri - ciri yang ( biasanya ) ada di informasi hoax. Apa aja sih cirinya ? Cirinya itu mulai dari...


Anonim



Hampir semua informasi hoax yang gue baca itu gak ada nama orang yang terlibat di cerita itu alias anonim. Identitas yang ada palingan cuma "saya" "teman saya" "sebuah keluarga" "seorang pria" "seorang wanita" "seekor kera terpuruk terpenjara dalam gua" ( lahh kenapa gue nyanyi ) . Kalo kalian gak percaya coba deh kalian buka lagi info hoax yang pernah kalian baca. Kalian akan banyak menemukan anonim pada info itu.


Sumber Tak Waras



Coba deh kalian perhatiin info hoax yang beredar. Hampir semuanya make sumber yang tak waras. Mulai dari fb, twittrr, bc bbm , info dari teman, sampe yang paling parah itu nyatut nama orang terkenal buat dijadiin sumber. Malah ada juga salah satu info hoax yang gue baca itu make sumber universitas khayalan alias universitas yang aslinya gak ada. Biasanya nama univ aslinya itu diplesetin sama si pembuat info hoax. Tujuan cuma satu, yaitu biar info yang mereka sebarkan terkesan valid dan terpercaya.


Judul Heboh



Eudul itu ibarat kemasan pada produk. Kalo kemasannya menarik, produknya bakal laris. Nah judul juga begitu. Kalo judul nya menarik bin heboh, artikel juga bakal laris. Strategi inilah yang digunain sama penyebar hoax. Mereka bikin judul yang heboh biar artikel ( info )  hoax mereka laris di pasaran. Gak cuma itu aja, mereka biasanya menambahkan kata "wajib baca" "penting" atau "hati -hati" biar semua orang penasaran dan akhirnya membaca info yang menyesatkan itu.


Perintah Share



"Sebarkan ke yang lain biar mereka tau" "Share ke teman kamu" "Like & Share" adalah deretan kalimat sakti yang biasanya ada di akhir info hoax. Entah kenapa kalimat sakti itu selalu ada di info hoax dan entah kenapa banyak yang nurut sama kalimat sakti itu. Kalian mungkin gak sadar. Secara gak langsung kalian yang pernah nurut sama kalimat sakti itu juga turut beperan menyesetkan masyarakat dengan info hoax.

Nah kalo kalian menemukan informasi yang memenuhi 4 hal diatas, kalian patut curiga sama info itu dan harus melakukan pengecekan sebelum menyebarkannya.

Oh iya, kalo kalian pengen nambahin langsung tulis aja ya di kolom komentar.

5 Langkah Jitu Mencari Kebenaran Informasi


Pada era digital, kita bisa mendapat informasi dengan sangat mudah. Berbagai cara bisa kita lakukan untuk mendapat informasi, mulai dari membuka situs berita sampai membuka media sosial. Namun tidak semua informasi yang beredar itu valid, karena ada saja ulah oknum tidak bertanggung jawab yang menyebarkan informasi hoax. Oleh karena itu kita tidak boleh menjadi genarasi ompong yang langsung menelan informasi tanpa mengunyahnya terlebih dahulu.
Lalu bagaimana caranya untuk mengetahui informasi yang kita terima itu benar atau salah ?
Berikut saya berikan 5 langkah jitu mencari kebenaran informasi.



1. Baca Informasinya


Yah udah jelas dong. Kalau kamu pengen nyari tau informasi yang kamu terima itu benar atau salah, kamu harus baca dulu informasinya. Kalau gak baca, gimana kamu bisa tau isi informasinya ?

2.Gunakan Akal dan Pikiran



Manusia diciptakan dengan akal dan pikiran pasti ada tujuannya. Salah satunya untuk membedakan mana info yang benar dan mana yang ngaco. Kamu harus bisa menggunakan akal dan pikiran kamu saat membaca suatu informasi. Setelah selasai membaca,coba tanya sama diri kamu sendiri dengan pertanyaan seperti ini , "Ah masa iya begini ?" "Ini bener gak sih ?" "Hmmm ini kok aneh ya ?" . Nah setalah kamu bertanya pada dirimu sendiri, kini saatnya untuk...

3. Cari Jawabannya



Setiap pertanyaan tentu harus ada jawabannya. Termasuk juga pertanyaan yang tadi kamu buat. Cara yang paling mudah untuk menjawab pertanyaan kamu adalah dengan memanfaatkan google. Kamu tinggal mengetik informasi apa yang ingin kamu ketahui kebenarannya. Sebagai contoh, kamu ingin mengetahui apakah menghirup kentut itu bikin sehat atau tidak. Kamu tinggal ketik di google, "Benarkah Hirup Kentut Bikin Sehat ?" .Setelah itu akan muncul banyak website dan blog sebagai sumber informasi yang membahas hal itu. Namun tidak cukup sampai disitu. Ada hal lain yang harus kamu lakukan setelah menemukan sumber informasi, yaitu...

4. Bandingkan Sumber



Setelah kamu mendapat satu sumber jangan langsung berpuas diri. Kamu harus mencari sumber lainnya, dan ingat jangan hanya mencari sumber yang pro, tapi cari juga yang kontra. Setelah itu bandingkan sumber yang pro dan yang kontra. Kalau perlu bandingkan juga refrensi dari masing - masing sumber. Setelah kamu membandingkannya, maka kamu sudah bisa untuk...

5.Menarik Kesimpulan



Setelah membandingkan berbagai sumber. Kamu bisa menyimpulkan apakah informasi yang kamu terima itu benar atau tidak, tentunya berdasarkan fakta dan data yang telah kamu dapat dari hasil penelusuranmu.


Nah bagaimana pendapat kalian tentang "5 Langkah Jitu Mencari Kebenaran Informasi" yang saya berikan ini ? Atau kalian punya cara sendiri ? Kalo punya, share dong di kolom komentar.

Jangan Jadi Generasi Ompong



Saat saya sedang bosan dan tidak ada kegiatan yang bisa saya lakukan biasanya saya akan menyalakan tv untuk mengusir rasa bosan, tetapi malam ini tidak ada acara yang menarik, jadi saya putuskan untuk mematikan tv dan mengambil android saya. Saat saya membuka salah satu media sosial, saya melihat ada hal yang menarik perhatian saya dan mengingatkan saya akan satu artikel yang pernah saya baca. Artikel itu berjudul "Generasi Ompong" yang ditulis oleh Bambang Pamungkas di website pribadinya.

Lalu apa itu generasi ompong ?
Ompong artinya tidak punya gigi, dan orang yang ompong bila makan akan menelan langsung makanannya tanpa mengunyah makanan itu terlebih dahulu. Makanan yang langsung ditelan akan membawa efek buruk bagi kesehatan. Begitu juga dengan informasi, bila kita menelan langsung suatu informasi tanpa mengunyahnya terlebih dahulu,maka bisa saja hal buruk akan terjadi pada kita.

Dan itulah yang saya temui malam ini. Seorang teman membagikan informasi yang menurut saya sedikit janggal. Setelah saya telusuri ternyata benar dugaan saya, informasi yang teman saya bagikan itu hoax atau tidak benar dan cendrung menyesatkan, apalagi informasi yang ia bagikan adalah informasi mengenai kesehatan, dan lebih mirisnya lagi dia bukan satu satunya orang yang membagikannya. Informasi tersebut dibagikan oleh ratusan orang lebih. Hal ini menjadi cerminan bahwa masih banyak orang "ompong" di negara yang kita cintai ini, Indonesia.

Kesimpulannya, genarasi ompong adalah mereka yang langsung menelan mentah mentah segala informasi yang mereka terima tanpa mereka kunyah terlebih dahulu. Bila kita menerima informasi ada baiknya kita mencari tahu kebenaran informasi tersebur, agar kita tidak mudah disesatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab menyebarkan informasi hoax.
Dan akhir kata saya berpesan.

"JANGAN JADI GENERASI OMPONG"